Sekelumit Sejarah Yang Tertinggal Di Benteng Kedung Cowek

  

Sekelumit Sejarah Yang Tertinggal
Di Benteng Kedung Cowek
 


Arsut Media | Surabaya – Perang 10 November 1945 yang terjadi 76 tahun lalu menyisahkan beberapa bangunan yang menjadi saksi bisu dahsyatnya perang melawan penjajah diawal kemerdekaan tersebut.
 
Salah satunya adalah Benteng Kedung Cowek atau yang lebih dikenal dengan nama Gudang Peluru karena pada masa perjuangan digunakan sebagai tempat penyimpanan Peluru atau senjata pejuang di salah satu bungkernya.
 
Bangunan Benteng yang berjajar memanjang di sepanjang pantai dan memiliki sembilan Bunker ini membelah dua wilayah yaitu Kecamatan Kenjeran dan Kelurahan Kedung Cowek.

Benteng Kedung Cowek ini dibanguna oleh kolonial belanda pada sekitar tahun 1915 yang digunakan untuk pertahanan Belanda melawan Jepang saat Perang Pasifik. Dengan menempatkan meriam-meriam besar dibalik beton benteng untuk mengantisipasi serangan militer Jepang dari wilayah utara laut Surabaya.
 
Namun sayang meriam-meriam itu belum sempat di gunakan untuk pertahanan laut sebelah untara, Belanda sudah menyerah pada Jepang.
 
Kemudian  benteng tersebut di kuasi oleh Jepang yang juga di pergunakan untuk Pertahanan dari serangan Laut sebelah utara, namun kejadian serupa saat di kuasi belanda terulang juga kepada Jepang yang mana sebelum menggunakan tempat itu Jepang sudah harus kalah dengan pasukan sekutu.
 
Setelah Jepang menyerah pada Sekutu, Benteng Kedung Cowek berpindah tangan kepada Tentara Keamanan Rakyat (TKR-sekarang Tentara Nasional Indonesia-TNI) dari Pasukan Sriwijaya saat Pertempuran 10 November 1945 melawan tentara Sekutu yang dipimpin Inggris.
 
Armada laut Inggris yang terkenal dengan julukan penguasa lautan mendapat perlawanan sengit tembakan meriam dari dalam Benteng Kedung Cowek yang dilakukan Pasukan Sriwijaya. Bahkan konon tembakan meriam dari Benteng Kedung Cowek mampu mencapai pangkalan Armada Inggris yang berada di Dermaga Ujung sejauh 4 kilometer.
 
Para pejuang yang bertahan di dalam Bungker Kedung Cowek akhirnya harus mundur. Dan diperkirakan lebih sekitar 200 orang atau sepertiga dari pasukan Sriwijaya harus meregang nyawa disambar peluru Pasukan Sekutu yang dimuntahkan dari moncong-moncong pesawat tempur dan gempuran armada Laut Inggris. Mereka tewas di dalam Benteng Kedung Cowek. Banyak jenazah mereka yang tidak sempat dikuburkan karena perang berkecamuk cukup panjang.
 
Karenanya benteng tersebut menurut cerita warga sekitar menjadi angker, bahkan konon benteng tersebut dihuni oleh siluman ular karena memang lokasi benteng yang tertutup lebatnya pepohonan.
(11/04/2021)
(Hari/KIM Dukuh Sutorejo)

Posting Komentar

2 Komentar