TUJUH TAMAN MAKAM KEHORMATAN BELANDA DI INDONESIA SERAT AKAN NILAI SEJARAH KELAM DARI SEBUAH PEPERANGAN

TUJUH TAMAN MAKAM KEHORMATAN BELANDA DI INDONESIA

SERAT AKAN NILAI SEJARAH KELAM DARI SEBUAH PEPERANGAN 

Arsut Media Online, Surabaya - Dampak yang ditimbulkan oleh sebuah Peperangan sangatlah dahyat. Tidak sedikit yang di korbankan dalam sebuah Peperangan dan tidak sedikit pula yang menjadi korban, harta benda dan bahkan nyawa turut melayang.

Bukan hanya Tentara yang ikut berperang yang menjadi korban bahkan rakyat biasa juga banyak yang menjadi korban. Dan banyak nyawa-nyawa yang tidak berdosa dan tidak tahu menahu soal perang turut melayang menjadi tumbal sebuah Peperangan.

Oleh karenanya sangat penting sekali adanya diplomasi antar negara,  agar bisa terjalin hubungan yang baik dan dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul dengan negosiasi dan diskusi untuk pemecahannya.  Sehingga tidak berakhir dengan sebuah peperangan yang akhirnya menimblkan kerugian di kedua belah pihak. Seperti halnya hubungan baik antara Indonesia dan Belanda yang memang mempunyai mempunyai sejarah yang sama.


Dan pagi kemarin selasa, (19/11) dalam Cross Cultural Understanding Talk di Universitas Widya Kartika Surabaya, hadir Robbert Van de Rijdt, Direktur Yayasan Makam Kehormatan Belanda. Beliau memaparkan bahwa di Indonesia ada 7 taman makam Kehormatan Belanda masing-masing berada di Jakarta yaitu di Menteng Pulo dan Ancol, di Bandung yaitu Pandu, di Cimahi yaitu Leuwigajah, di semarang yaitu Kalibanteng dan Candi, serta yang terakhir di surabaya yaitu Kembang Kuning.

Kurang lebih 25.000 korban perang dimakamkan di Tujuh makam Kehormatan Belanda di Pulau Jawa tersebut. Namun sebelumnya di makamkan di 22 makam kehormatan Belanda yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada Tahun 60-an atas Permohonan Pemerintah Indonesia, setelah penyerahan kedaulatan, ke 22 Makam Kehormatan Belanda tersebut di kumpulkan di pulau Jawa di 7 tempat tersebut. Ke tujuh makam kehormatan Belanda di pulau Jawa tersebut di kelola oleh Oorlogsgravenstichting (Yayasan Makam Kehormatan Belanda) melalui kantor yang berada di Jakarta.

Sejarah mengatakan jika ingin menjadi sebuah negara yang besar maka janganlah melupakan jasa para pahlwan yang berjuang dalam meraih kemerdekan. Karena tidak sedikit yang mereka korbankan dengan rela untuk mencapai sebuah kemerdekaan. Dan sekarang yang tersisa dari perjuangan mereka adalah hamparan tanah kosong dengan ribuan batu nisan yang tertulis nama-nama mereka di situ. Namun siapapun nama yang tertulis di situ sepatutnya kita hormati sebagai Pahlawan karena mereka adalah pahlawan bagi negaranya.

Robbert mengatakan sangat terkesan sekali karena saat ini banyak dari generasi milenial yang datang dan berkunjung ke Taman Kehormatan Belanda tersebut. Mereka dari berbagai macam kalangan mulai dari anak-anak, sampai dengan orang-orang muda dan jumlahnya selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.”Banyak anak-anak muda, dan orang – orang Indonesia yang datang ke Taman kehormatan. Dan tahun ini bisa tembus 18.000 orang yang datang di taman kehormatan Belanda,”lanjut Robbert.

Robert juga mengatakan siapapun juga boleh datang ke Taman Makam Kehormatan Belanda dan pintu selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin mengunjunginya, “Kami sangat terbuka untuk menerima kehadiran dari semua komunitas. Komunitas apa saja silahkan datang dan kami free of charge (gratis) dan terbuka untuk publik dari jam 07.00 hingga jam 17.00 setiap hari kerja,”tegas Robbert.

Di setiap makam kehormatan Belanda terdapat Pendopo. Di sana para pengunjung bisa dengan tenang melihat daftar nama para korban dan informasi lainnya yang tersedia. Dan juga seluruh karyawan selalu siap membantu menemukan makam yang di cari. Hari/KIM Dusu

Posting Komentar

0 Komentar