SEMANGAT
SUMPAH PEMUDA DI ERA MILENIAL
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang
satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri
Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri
Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Inilah kalimat
yang dikumandangkan oleh pemuda Nusantara pada Kongres Pemuda II, 91 tahun yang
lalu tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928 yang kemudian lebih dikenal dengan
Sumpah Pemuda.
Sumpah Pemuda
adalah bukti kesadaran para pemuda kala itu yang ingin mewujudkan kemerdekaan
yang hakiki di Bumi Nusantara ini, yang di kemudian hari tercapainya
kemerdekaan yang mutlak pada tanggal 17 Agustus 1945.
Karena pada
saat itu banyak organisasi pemuda yang masih bersifat kedaerahan dan bersifat
Kesukuan seperti contoh organisasi pemuda kala itu Jong Java, Jong Batak, Jong Minahasa, dan Jong
Celebes, ada pula Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islaminten Bon, Pemuda Kaum
Betawi, Pemuda Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan masih banyak lainnya.
Untuk mempersatukan
sifat kedaerahan dan kesukuan tercetuslah Kongres Pemuda I pada 30 April hingga
2 Mei 1926. Pada kongres Pemuda I masih belum membuahkan hasil. Ini karena
masih banyak ego kedaerahan dan kesukuan yang kental dari setiap peserta.
Menyadari hal
ini, para pemuda kemudian mengadakan Kongres Pemuda II yang digelar pada 27
hingga 28 Oktober 1928. Kongres ini mulai menyatukan pemikiran para pemuda dari berbagai
daerah untuk satu tujuan bersama yakni berjuang melawan penjajahan. Dan tercetuslah
Sumpah Pemuda yang mana bertumpah darah, berbangsa, dan berbahasa satu yaitu
Indonesia.
Di era
milenial sekarang ini semangat para pendahulu kita untuk kesatuan dan keutuhan
negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap kita jaga. Jangan sampai
keutuhan NKRI di usik oleh orang – orang yang memang ingin Indonesia hancur dengan
mengadu domba dengan Isu-isu Sara, dan ego kesukuan karena kita Satu Tanah Air,
Satu Bangsa, Satu Bahasa yaitu Indonesia. KIM Dusu - 28 Okt 2019, Ryu.


4 Komentar
Like n terus semangat dolor
BalasHapusYes...
BalasHapusSemangat Indonesia
Yes...
BalasHapusSemangat Indonesia
siyap
BalasHapus