BER-SOSIALISASI DAN INTERAKSI TIDAK
MEMANDANG
DARIMANA KITA BERASAL
Surabaya,
19 Sept 2019, Sutorejo - Pasar bukan hanya sebagai tempat
untuk transaksi jual beli saja tapi juga sebagai tempat untuk berinteraksi dari
berbagai ras, golongan, suku bangsa, budaya dan agama. Begitu juga dengan Pasar
Tempurejo yang ada di wilayah Kelurahan Dukuh Sutorejo. Seperti Kebanyakan
Pasar-pasar tradisional yang ada, pasar yang mulai beroprasi sekitar tahun 2006
ini yang berbeda yaitu pedagang dan pembeli yang ada di pasar ini dari berbagai
golongan masyarakat baik Jawa, Madura dan juga dari masyarakat Tionghoa.
Dengan
menjamurnya Pasar-pasar Moderen yang ada Pasar Tempurejo tetap menjadi Pilihan
Utama dari sebagian masyarakat yang ada di sekitar wilayah Dukuh Sutorejo.
Pedagang
dan pembeli di pasar tersebut memang di dominasi Masyarakat Suku Madura dan Jawa
tapi juga tidak sedikit dari Masyarakat Tonghoa yang berbelanja dan bahkan
mempunyai Lapak dan berjualan di pasar tersebut.
Ini
menandakan bahwa keanekaragaman bukan menjadi penghalang bagi masyarakat dari
berbagai golongan untuk bernteraksi antara satu dengan yang lain. Ini adalah
perwujudan dari Bhineka tunggal ika yang ada di indonesia. Oleh karena itu kita
sebagai warga negara Indonesia harus tetap menjujung tinggi hal tersebut.
Kerena
Indonesia adalah negara yang unik dan berbeda dengan negara-negara lain yang
ada di dunia. Keunikan tersebut antara lain adanya keanekaragaman suku, bahasa,
adat istiadat dan juga makanan dengan ke khas an yang berbeda-beda, ini yang
menjadikan Negara Kita Indonesia adalah negara dengan beribu keunikan yang
beragam di berbagai wilayahnya.
Untuk
itu harus tetap kita jaga keunikan tersebut agar bisa menjadi cerita pada anak
cucu kita kelak. (Hari Wahyudi)



0 Komentar