RT
dan RW Se-Dukuh Sutorejo Rembuk Kampung DTMS
(Data
Terpadu Masyarakat Surabaya)
Arsut Media | Surabaya – Kemiskinan merupakan momok bagi masyarakat di wilayah perkotaan termasuk halnya di kota terbesar kedua di Indonesia yaitu Surabaya yang mana masyarakatnya terdiri dari beberapa golongan penghidupan.
Sebagai Konsep awal yang di katakan rumah tangga miskin adalah rumah tangga dengan rata-rata pengeluaran (untuk konsumsi rumah tangga) per kapita per bulan kurang dari garis kemiskinan. Penekanan pengukuran penduduk miskin adalah pada penentuan rumah tangga miskin. Mengapa? Karena, semua proses pengumpulan informasi pengeluaran diakumulasikan pada unit rumah tangga bukan pada unit individu
Oleh karena itu Walikota Surabaya Eri Cahyadi berjanji akan menjadikan Kota Surabaya menjadi lebih baik dengan masyarakat yang sejahtera melalui DTMS (Data Terpadu Masyarakat Surabaya).
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berusaha memperbaiki database masyarakat yang memerlukan bantuan. Hal ini sebagai upaya dalam mengentaskan kemiskinan di Kota Pahlawan. Karenanya, pendataan masyarakat tersebut direncanakan akan mulai dilaksanakan pada akhir Juni 2022.
Peserta Pendataan
Data Terpadu Masyarakat Surabaya ini berasal dari beberapa PD, kecamatan dan
kelurahan. Mereka akan melatih para petugas survei, untuk mengetahui dan
membuat statistik kehidupan di tingkat RT/RW.
Seperti hanya hari
ini Jumat (03/06/22) di pendopo Kelurahan Dukuh Sutorejo diadakan Rembuk
Kampung DTMS (Data Terpadu Masyarakat Surabaya) dengan Menghadirkan RT dan RW di
wilayah Kelurahan Dukuh Sutorejo untuk memudahkan pendataan karena yang
benar-benar Faham Masyarakatnya dengan harapan lebih tepat Sasaran.
(Hari/KIM
Dukuh Sutorejo)



1 Komentar
Okeee
BalasHapus