IDE KREATIF PEGAWAI PUSKESMAS MULYOREJO MEMBUAT BILIK STERILISASI DARI BEKAS POS SATPAM YANG TIDAK TERPAKAI


IDE KREATIF PEGAWAI PUSKESMAS MULYOREJO MEMBUAT BILIK STERILISASI DARI BEKAS POS SATPAM YANG TIDAK TERPAKAI





Arsut Media | Surabaya – Selain melakukan penyemprota Disinfektan di semua tempat untuk menekan penyebaran Virus Covid-19 yang sedang mewabah tidak hanya di Surabaya dan Indonesia tapi hampir di seluruh dunia.

Pemerintah Kota Surabaya juga menyediakan Bilik Sterilisasi di berbagai tempat untuk melakukan pembersihan dengan semprotan Disinfektan.

Untuk membuat satu buah Bilik Sterilisasi cukup merogoh kocek agak dalam karena untuk membuatnya saja memang cukup mahal.

Oleh karena itu untuk memenuhi hal tersebut Puskesmas Mulyorejo berinisiatif membuat sendiri Bilik Sterilisasi dari bekas pos Satpam yang tidak terpakai.

Ide pembuatan bilik Sterilisasi tersebut dikarenakan pasien yang akan masuk Puskesmas diharapkan di semprot dulu dengan Disinfektan karena keterbatasan tenaga yang ada akhirnya muncul ide pembuatan Bilik Tersebut.

Akhirnya berkat bantuan Pos Satpam yang tidak terpakai beserta alat semprotnya dari sebuah perusahaan dan ide kreatif dari para staf Puskesmas Mulyorejo maka berdirilah Bilik Sterilisasi tersebut.

“Kita kan disuruh penyemproti pasien yang akan masuk Puskesmas ini sudah kita lakukan berhubung kekuranganan tenaga maka kepikiran membuat Bilik tersebut” Kata Dokter Lina salah satu Staf di Puskesmas Mulyorejo.

Beliau juga menambahkan “Ketepatan ada perusahaan yang membantu dengan memberikan salah satu Pos Satpamnya yang tidak terpakai dan beserta alat semprotnya kemudian oleh pegawai Puskesmas di modifikasi sedemikian rupa sehingga bisa di gunakan sebagai Bilik Sterilisasi karena kalau beli langsung harganya juga cukup mahal.”

Ini merupakan ide yang cukup kreatif dari staf dan pegawai Puskesmas Mulyorejo untuk membuat Bilik Sterilisasi

Sepertinya hanya Puskesmas Mulyorejo bahkan mungkin satu-satunya di Surabaya yang punya Bilik Sterilisasi dengan cara membuat sendiri dari seperti ini.

Cukup kreatif bukan...(28/03/20)
Hari Wahyudi. (KIM Dukuh Sutorejo)

Posting Komentar

0 Komentar