SOSIALISASI TANGGAP BENCANA SEBAGAI BENTUK PENAGGULANGAN BENCANA CUACA EXTRIM DI SURABAYA


SOSIALISASI TANGGAP BENCANA SEBAGAI BENTUK PENAGGULANGAN BENCANA CUACA EXTRIM DI SURABAYA





Arsut Media | Surabaya – Cuaca extrim yang beberapa hari ini melada wilayah Surabaya dan sekitarnya menjadi perhatian dari berbagai pihak, baik dari Masyarakat dan Pemerintah Kota.

Karena dampak yang ditimbulkan oleh cuaca extrim di Surabaya beberapa hari ini cukup besar sehingga memakan korban.

Untuk itu pemerintah dengan sigap mengambil langkah-langkah untuk menekan dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam yang di akibatkan cuaca extrim.

Salah satunya seperti pada pagi hari ini yaitu sosialisasi tangap bencana yang menghadirkan Basrnas dan BMKG Tanjung Perak sebagai pemateri dalam sosialisasi yang di adakan di Rumah Pompa Kalisari Timur.

Sasaran sosialisasi kali ini adalah para nelayan di empat kecamatan di wilayah Surabaya Timur yaitu Kecamatan Sukolilo, Rungkut, Gunung Anyar dan kecamatan Mulyorejo.
 
Karena para nelayan lah yang paling terkena dampak akibat dari cuaca extrim di surabaya akhir-akhir ini.

“Kalau sudah cuaca tidak memungkinkan mendung gelap, angin bahkan hujan di mohon bapak ibu nelayan untuk tidak nekat melaut untuk mencari ikan karena akan membahayakan dan dampaknya juga kekeluarga” pesan ibu Walikota yang di sampaikan oleh Dr. Kanti Budiarti, S.Sos, M.Si selaku Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah kota Surabaya.

Tim dari BMKG Tanjung Perak juga mengatakan dalam tiap setengah jam sekali selama dua puluh empat jam di catat arah perubahan angin, suhu, keadaan cuaca di catat dan di sampaikan ke publik.

Pemerintah kota juga menempatkan kamera pemantau di beberapa titik pesisir pantai, dan juga beberapa videotron yang salah satunya berada di dekat Rumah Pompa Kalisari Timur sehingga para nelayan bisa melihat prakiraan cuaca yang terjadi karena data dari BMKG akan selalu terupdate di situ.

Pada akhir acara juga di berikan bantuan berupa beras oleh pemerintah Kota Surabaya di upayakan sebagai ganti para nelayan untuk tidak melaut apabila cuaca sudah terlihat tidak memungkinkan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada para nelayan. (09/01/2020)

(Hari Wahyudi / KIM Dukuh Sutorejo Melaporkan)

Posting Komentar

0 Komentar