Pawai Ogoh-ogoh Pura Segara 2019 Merupakan Hiburan Tersendiri Bagi Masyarakat Sekitar
Surabaya – Esok Hari 7 April 2019 atau tepatnya tahun baru saka 1941 umat Hindu di Indonesia akan melaksanakan Hari Raya Nyepi. Dan serangkaian Ritual yang di laksanakan salah satunya yaitu Pawai Ogoh-ogoh.
Fungsi utama dari Ogoh-ogoh ialah sebagai perwujudan Bhuta Kala (Raksasa), dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai berkeliling pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi.
Menurut cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia). Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran. Semua ini tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia.
Menyambut Hari Raya Nyepi kali ini tepatnya di Pura Segara Kenjeran Surabaya juga melaksanakan Pawai Ogoh-ogoh. Hal tersebut menjadi sarana hiburan tersendiri bagi masyarakat sekitar atau penguna jalan di sekitar jalan Kenjeran yang sedang melintas atau memang sengaja menyaksikan acara tersebut. (Rabu 6 April 2019)
Kemeriahan arak-arakan Ogoh-ogoh yang di ikuti kurang lebih Lima ribu umat Hindu baik Pria Wanita Tua Muda Bahkan anak-anak ikut andil dalam kemeriahan tersebut menjadi ajang tahunan bagi fotografer profesional atau yang dadakan untuk meliput ramainya acara tersebut.
Ini merupakan keaneka ragaman budaya Indonesia yang harus terus di lestarikan tanpa dibatasi hal-hal yang bisa membuat terkikis oleh waktu. (Hari Wahyudi)



1 Komentar
Joshh tenan....👍👍👍
BalasHapus